Dinkes Kaltim Kebut Program Kesehatan Jelang Akhir Tahun

Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memastikan seluruh program kesehatan strategis terus digenjot menjelang penutupan tahun anggaran 2025. Meski serapan anggaran masih rendah, Dinkes menegaskan bahwa kualitas layanan jauh lebih penting ketimbang mengejar angka serapan belaka.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan arahan Gubernur Kaltim sangat jelas: mutu layanan harus menjadi prioritas utama.

“Arahan Pak Gubernur jelas, yang penting mutu layanannya bagus. Tidak harus 100 persen terserap selama tujuan utamanya tercapai,” kata Jaya di Samarinda, Selasa (25/11/2025).

Jaya menjelaskan salah satu penyebab rendahnya serapan anggaran adalah dimulainya kerja sama layanan Gratispol kesehatan dengan BPJS Kesehatan yang baru berjalan pada Juli.

“Kerja sama dengan BPJS baru dimulai di bulan Juli. Kita tidak bisa membayar peserta sejak Januari, sehingga lima sampai enam bulan tidak bisa dilakukan pembayaran. Pembayaran baru mulai Agustus sampai Desember,” jelasnya.

Padahal anggaran sudah dialokasikan sejak awal tahun untuk program yang menargetkan 470 ribu peserta. Namun hingga kini baru 141 ribu yang terdaftar.

“Kami siapkan anggaran untuk 231 ribu peserta. Tapi karena pendaftarannya dimulai Agustus, banyak peserta baru masuk bertahap, baik kolektif maupun mandiri,” katanya.

Selain mengelola Gratispol, Dinkes Kaltim kini menjadi pintu utama untuk semua pengadaan alat kesehatan dan obat di seluruh rumah sakit milik Pemprov. Kebijakan ini bertujuan menyeragamkan harga dan meningkatkan kontrol mutu.

“Semua belanja alat kesehatan dan obat dikelola satu pintu oleh Dinas Kesehatan. Supaya harganya sama, tidak ada perbedaan antara AWS dan Kanujoso atau rumah sakit provinsi lainnya. Ini untuk efisiensi dan mutu,” tegasnya.

APBD-Perubahan juga menambah anggaran pengadaan alat kesehatan sebesar Rp253 miliar, terdiri dari:

Rp3,5 miliar untuk RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS)

Rp249 miliar untuk RSUD Kanujoso Djatiwibowo

Tambahan belanja untuk dua rumah sakit provinsi lainnya

“Dinkes memayungi seluruh proses belanja di empat rumah sakit provinsi supaya standar pelayanan sejajar dan transparansi meningkat,” tambahnya.

Beberapa proyek gedung rumah sakit juga sedang dikejar penyelesaiannya.

RSUD AWS Samarinda:
“Gedung Pandurata mudah-mudahan bisa 100 persen tahun ini,” kata Jaya.

RSUD Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan:
Progres tinggal pemenuhan alat kesehatan.

“Sampai Desember ditargetkan rampung sehingga tahun depan pelayanan jantung terpadu sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

RS Korpri:
Sedang menyelesaikan studi kelayakan, master plan, dan DED, termasuk penambahan ruang dan penguatan fasilitas.

Meski berbagai program masih berproses, Jaya memastikan seluruhnya berjalan sesuai rencana dan tetap mengutamakan kualitas pelayanan.

“Yang terpenting bukan serapannya, tapi apakah yang kita kerjakan benar-benar meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Itu fokus kami,” pungkasnya.(HYI/Adv/DiskominfoKaltim)