BRIDA Kaltim Tegaskan Pentingnya Kebijakan Berbasis Riset, Siapkan Evaluasi Menyeluruh pada 2026

Foto : Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah/HYI/Jurnaltoday.co

JURNALTODAY.CO, DISKOMINFO KALTIM – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi perumusan kebijakan pemerintah daerah melalui pendekatan ilmiah dan berbasis bukti (science and evidence-based policy).

Kepala BRIDA Kaltim, Fitriansyah, mengatakan seluruh program dan kebijakan Pemprov Kaltim idealnya disusun, dijalankan, dan dievaluasi dengan dukungan riset yang kuat.

Ia menyebutkan bahwa setiap kebijakan perlu melalui siklus penuh mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi yang baru dapat dilakukan setelah program berjalan dalam rentang waktu tertentu.

“Soal kebijakan, kan kebijakan harus berjalan dulu setelah itu kembali evaluasi. Kami bisa mengevaluasinya setelah beberapa saat berjalan dari keseluruhan. Mungkin di tahun depannya, kami baru bisa melakukan evaluasi mulai dari penggunaan anggaran sampai output dan impact-nya,” ujar Fitriansyah, Senin (24/11/2025).

Menurut dia, BRIDA saat ini tengah menyiapkan tim evaluator kebijakan, terdiri dari periset, peneliti, dan analis kebijakan yang akan bertugas memberi rekomendasi berbasis data kepada para pengambil keputusan.

“Ini bukan hanya untuk evaluasi kebijakan tertentu, tapi semua kebijakan, termasuk pelaksanaan di perangkat daerah,” tegasnya.

Fitriansyah menuturkan, BRIDA telah menerima arahan baik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) maupun Kementerian Dalam Negeri agar setiap kebijakan pemerintah daerah dirumuskan berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Hendaknya semua kebijakan memang berbasis riset. Kalau dalam istilah kami, science and evidence-based policy. Jadi kebijakan sebelum ditelurkan harus berbasis bukti, berbasis data, dan berbasis science,” katanya.

Ia menjelaskan, pola penyusunan kebijakan berbasis bukti ini juga menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan yang dilakukan Bappeda.

“Ketika Bappeda merencanakan sesuatu, hendaknya juga berbasis bukti dan berbasis science. Ini peran para periset dan analis kebijakan untuk memberikan masukan kepada para pengambil keputusan,” tambahnya.

BRIDA Kaltim kini aktif membangun kemitraan luas dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Hingga saat ini, seluruh perguruan tinggi di Kalimantan Timur telah digandeng BRIDA sebagai mitra riset.

“Sudah semuanya, sampai ke Berau, ke Paser, ke Kutai Barat ada Kampus Sendawar. Tujuan kami melakukan kolaborasi bukan hanya untuk kebutuhan riset dan inovasi daerah, tapi juga untuk mengungkit akreditasi kampus itu sendiri,” jelas Fitriansyah.

Kolaborasi ini penting karena BRIDA memiliki keterbatasan jumlah peneliti internal.

“Peneliti kami cuma 15 orang, sementara ada ribuan dosen yang bisa membantu kami dengan kepakaran mereka. Jadi kami minta bantuan mereka, sekaligus ini bermanfaat meningkatkan akreditasi perguruan tinggi,” ucapnya.

Selain kampus Kaltim, BRIDA juga membuka peluang kerja sama dengan BRIN serta perguruan tinggi di luar daerah apabila membutuhkan keahlian tertentu.

“Kalau ada kepakaran yang tidak kami punya, seperti nuklir, kami bisa minta bantuan BRIN atau teman-teman UGM yang memang punya tenaga ahli nuklir. Itu contoh kemitraan kami,” jelasnya.

BRIDA menargetkan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan-kebijakan strategis Pemprov Kaltim akan dilakukan mulai tahun depan, seiring dengan berjalannya implementasi sejumlah program prioritas daerah.

Evaluasi tersebut akan mencakup analisis penggunaan anggaran, capaian output, outcome, hingga dampak kebijakan terhadap masyarakat.

“Kami siapkan langkah evaluasi secara sistematis. Semua kebijakan yang sudah berjalan akan kita lihat kembali efektivitasnya,” pungkasnya. (HYI/ADV/DiskominfoKaltim)