JURNALTODAY.CO, BONTANG — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni secara resmi melepas 60 kontingen Porsenijar PGRI Kota Bontang di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (14/11/2025). Para peserta akan berlaga pada Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Balikpapan yang berlangsung pada 16–19 November 2025, meliputi sembilan cabang lomba.
Dalam sambutannya, Neni kembali menegaskan peran fundamental pendidik dalam membangun ekosistem pendidikan. Ia mengutip pandangan filsuf Yunani, Socrates, bahwa pendidikan adalah proses menyalakan semangat, bukan sekadar mengisi pengetahuan.
“Guru bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi membangkitkan keinginan untuk bertanya, berpikir kritis, dan terus belajar,” ujar Neni.
Ia menyebut ajang Porsenijar sebagai ruang yang menampilkan dedikasi guru melalui karya, olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran. Kompetisi ini juga dinilai memperkuat solidaritas antarpengajar sekaligus menegaskan martabat profesi pendidik.
“Porsenijar bukan hanya kompetisi. Ini panggung bagi integritas, sportivitas, dan kebersamaan,” tegasnya.
Neni turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh kontingen dan berharap mereka mampu membawa pulang prestasi bagi Kota Bontang.
“Berangkatlah dengan kebersamaan, bertandinglah dengan jujur, dan kembalilah dengan membawa kebanggaan. Bertandinglah bukan hanya untuk medali, tetapi juga untuk kehormatan profesi guru,” katanya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam memperkuat sektor pendidikan.
Ia memaparkan sejumlah program strategis dalam RPJMD 2025–2029, seperti peningkatan kompetensi guru, bantuan pendidikan bagi siswa SD–SMP, beasiswa UKT, peningkatan insentif guru swasta, serta penyediaan perlengkapan sekolah.
Hingga 2025, Pemkot mencatat sebanyak 37.270 pelajar telah menerima paket perlengkapan sekolah, 1.651 tablet pintar dibagikan kepada siswa SMP, dan beasiswa UKT disalurkan kepada 2.058 mahasiswa asal Bontang.
“Program ini kami dorong untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” tutup Neni. (Adv/Arf)
