Tren Stunting di Bontang Menurun, Pemkot Ingatkan Warga Tidak Puas Diri

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.

JURNALTODAY.CO, BONTANG – Tren penurunan kasus stunting di Kota Bontang kembali menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan hasil operasi timbang terbaru, prevalensi stunting tercatat turun dari 17,4 persen menjadi 15,6 persen. Meski demikian, Pemerintah Kota Bontang mengingatkan seluruh pihak untuk tetap waspada dan tidak cepat berpuas diri.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa penurunan angka ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta masyarakat. Ia menyebut, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara berkelanjutan agar target penurunan dapat tercapai secara optimal.

“Keberhasilan ini jangan membuat kita lengah. Penanganan stunting adalah proses jangka panjang dan memerlukan konsistensi dari semua pihak,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah terus memperkuat program intervensi, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, pendataan balita, edukasi gizi, hingga peningkatan kualitas pelayanan Posyandu. Pemerintah juga fokus pada pemenuhan gizi ibu hamil dan balita serta peningkatan sanitasi lingkungan sebagai faktor penting pencegahan stunting.

Neni menjelaskan, upaya penanganan stunting bukan hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Ia menyebut bahwa periode 1.000 hari pertama kehidupan tetap menjadi fase yang paling krusial.

“Pembangunan sumber daya manusia dimulai dari anak-anak. Jika kita bisa menjaga generasi sejak dini, maka masa depan kota ini akan lebih kuat,” tambahnya.

Bacaan Lainnya

Pemkot Bontang mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk terus aktif mengikuti kegiatan Posyandu serta memastikan pemantauan tumbuh kembang anak dilakukan secara rutin. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, pemerintah optimistis angka stunting di Bontang dapat terus ditekan. (Adv/Arf)