JURNALTODAY.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang resmi melaksanakan Operasi Timbang Serentak Tahun 2025 yang digelar pada 4–8 November 2025. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemkot dalam memastikan seluruh balita di Kota Bontang terdata, terpantau, dan mendapatkan intervensi tumbuh kembang secara menyeluruh.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam arahannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya rutinitas tahunan, tetapi bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun generasi yang sehat dan bebas stunting.
“Operasi Timbang Serentak ini kita lakukan agar semua balita di Bontang dapat terpantau kesehatannya. Data yang lengkap akan membantu kita menentukan langkah intervensi yang tepat, supaya tidak ada lagi anak Bontang yang mengalami stunting,” ujar Neni.
Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan metode Denver Developmental Screening Test (DDST) untuk menilai perkembangan fisik dan psikologis anak.
Pendataan tambahan seperti usia ibu saat melahirkan dan usia pernikahan turut dikumpulkan sebagai dasar penyusunan strategi pencegahan pernikahan usia dini—salah satu faktor risiko terjadinya stunting.
Hasil pendataan Operasi Timbang Serentak 2025 akan menjadi acuan penting bagi pemerintah dalam mengevaluasi efektivitas program seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan pembagian susu balita. Data tersebut juga digunakan untuk menyusun kebijakan intervensi gizi yang lebih tepat sasaran.
Dengan dukungan lintas sektor mulai dari kecamatan, kelurahan, hingga organisasi perangkat daerah, Operasi Timbang Serentak 2025 menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Bontang dalam mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan cerdas. (Adv/Arf)
