Momentum HUT ke-53, Rakernas PDI Perjuangan Perkuat Konsolidasi Nasional

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis dalam sela waktu pelaksanaan Rakernas I PDI Perjuangan di Jakarta.

JURNALTODAY.CO, JAKARTA – PDI Perjuangan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Ancol, Jakarta, pada 10–12 Januari 2026. Agenda tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan dan menjadi Rakernas pertama setelah Kongres, sekaligus momentum penting konsolidasi nasional untuk merapatkan barisan serta mempertegas arah perjuangan politik ke depan.

Rakernas ini tidak sekadar menyatukan langkah politik, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas sejarah panjang perjuangan partai. Sejak berdiri sebagai Partai Demokrasi Indonesia (PDI), PDI Perjuangan telah melewati berbagai fase berat, mulai dari tekanan politik, konflik internal, pembajakan partai, hingga peristiwa 27 Juli 1996 yang menjadi tonggak lahirnya semangat perlawanan baru.

Di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri, PDI bertransformasi menjadi PDI Perjuangan. Transformasi tersebut memperkuat identitas partai sebagai kekuatan politik yang berakar pada rakyat, menjunjung tinggi nilai gotong royong, serta konsisten memperjuangkan demokrasi dan keadilan sosial.

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali menegaskan bahwa sejarah panjang tersebut harus menjadi sumber energi perjuangan seluruh kader. Ia mengingatkan agar setiap kader tampil sebagai “banteng petarung” yang kuat, berani, dan selalu hadir di tengah rakyat dalam kondisi apa pun.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan bahwa Rakernas ini bukan sekadar seremoni ulang tahun, melainkan forum strategis untuk menjawab tantangan bangsa sekaligus menegaskan kembali identitas ideologis partai.

“Ini adalah Rakernas pertama setelah Kongres. Kita tidak hanya merayakan HUT ke-53, tetapi juga membahas agenda-agenda politik ke depan. Ibu Ketua Umum menekankan bahwa kader harus berani, hadir, dan menyatu dengan rakyat menangis dan tertawa bersama rakyat,” ujar Ananda.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, semangat banteng petarung bukan hanya jargon, melainkan tanggung jawab moral yang lahir dari sejarah panjang perjuangan partai. Selain itu, Rakernas juga menyoroti isu kebencanaan, perubahan iklim, serta keadilan ekonomi daerah agar pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
Ananda menegaskan posisi PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang kekuasaan yang konstruktif.

“Kita akan mengapresiasi kebijakan pemerintah yang berpihak pada rakyat, namun tetap kritis ketika kebijakan tidak tepat sasaran. Rakernas ini menegaskan bahwa banteng tetap kokoh, bergerak, dan setia bersama rakyat,” pungkasnya. (*)